Sabtu, 18 Oktober 2014

Waspadai Mediasi Kartu Kredit Lewat Pengacara

Contoh Kasus 19:



Sebagai pemegang kartu kredit, saya belum pernah menunggak pembayaran. Namun, masalah keuangan yang memburuk dan kesibukan untuk memulai usaha baru telah memaksa saya untuk menggunakan jasa perantara untuk mediasi/negosiasi ke bank.

Tertarik dengan iklan baris di media cetak yang ada setiap hari, saya menghubungi agen (Saudara Nellx dan Saudara Ruslx Yanx) yang berkantor di kompleks Duta Merlin, Jakarta. Setelah beberapa kali pertemuan dan melihat beberapa dokumen kesuksesan agen mendapatkan diskon minimum 50 persen untuk para klien, saya memutuskan untuk memakai jasanya berdasarkan dokumen perjanjian yang ditandatangani oleh Jox Hasyix Waimahinx and Associates, kantor Advokat/Pengacara dan Konsultan Hukum awal Juni 2008.

Tarif untuk jasa ini harus dibayar di muka dan telah dilunasi. Sampai September 2008 harapan untuk mendapatkan jasa mediasi yang profesional ternyata sia-sia. Kantor advokat/pengacara dan konsultan hukum tersebut tidak pernah menghubungi saya untuk memberitahu perkembangan negosiasi, malah permintaan saya untuk bertemu sering ditolak tanpa alasan yang jelas. Terdapat indikasi bahwa lawyer telah mengetahui bahwa bank selalu menolak peran dia sebagai mediator. Hal ini terbukti dari tiga kali surat undangan (dengan interval satu minggu) dari lawyer ke masing-masing bank.

Indikasi ini semakin kuat karena tagihan utang maupun tukang tagih dari pihak bank tetap datang ke alamat saya meskipun lawyer mengaku telah mengirim surat kuasa ke bank untuk perubahan alamat. Karena tagihan utang terus membengkak dan pihak lawyer tidak pernah mau memberikan bukti tertulis tentang kemajuan negosiasi, saya akhirnya mengurus sendiri ke masing-masing bank pada Oktober 2008 dan telah selesai.

Pihak bank juga memberitahu bahwa semua surat dari lawyer selalu dikembalikan/ditolak. Pihak lawyer menolak mengembalikan biaya yang telah dibayarkan meskipun jelas-jelas telah menipu saya.

Xoenanto Jalan Dr Muewardi RT 002 RW 003, Grogol Petamburan, Jakarta